Optimalkan Penglihatan dengan Lasik

JawaPos.com – Kesehatan mata memiliki peran penting dalam menentukan masa depan. Impian untuk masuk akademi profesi tertentu kadang harus pupus karena kondisi mata yang sulit melihat jarak jauh atau awam dikenal mata minus.

Menurut spesialis mata Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur dr. Jamaluddin SpM (K) hal tersebut disebabkan perubahan anatomis mata. Kebanyakan hal itu lebih banyak terjadi di usia pertumbuhan. Dunia medis menawarkan solusi dengan penggunaan kacamata dan lensa kontak.

Sedangkan yang terbaru dan mulai populer adalah laser-assisted in situ keratomileusis (lasik). Yakni, prosedur untuk mengoreksi kelainan fraksi kornea mata dengan memanfaatkan teknologi laser. RSMM Jawa Timur merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah provinsi yang memiliki teknologi tersebut.

Optimalkan Penglihatan dengan Lasik

Dokter Jamaluddin melakukan pengerjaan lasik hampir setiap hari di RSMM. Lasik dilakukan untuk memperbaiki kelainan refraksi pada rabun jauh (myopia) hingga minus 14 bahkan lebih dari itu, bergantung ketebalan kornea (diukur pachymetri). Selain itu, memperbaiki rabun dekat (hypermetropia) dan mata silinder (astigmatism).

Sebelum melakukan lasik, pasien harus dipastikan sudah memenuhi syarat, seperti berusia di atas 18 tahun, tidak sedang hamil atau menyusui, dan yang utama tidak memiliki penyakit mata. Untuk itu, RSMM ketat melakukan prosedur pre-lasik atau pemeriksaan menyeluruh pada mata mulai bagian depan sampai belakang.

“Pasien harus terbebas dari kelainan mata apa pun. Bahkan, air mata nanti diperiksa. Kondisi mata juga harus bersih. Jika ditemukan ada penyakit tertentu maka kami obati dulu baru bisa dilakukan lasik,” jelas dokter yang akrab disapa dr. Jamal.

Dalam pre-lasik juga dilakukan pemeriksaan visus untuk mengetahui ketajaman penglihatan seperti mata normal. Secara medis disimbolkan dengan perbandingan 6/6. Yakni, dalam jarak 6 meter mata masih cukup tajam untuk melihat tulisan yang normalnya dapat terbaca. Target lasik, kata dr. Jamal, untuk menurunkan ukuran kacamata secara optimal bahkan sampai ukuran nol.

“Yang dilakukan adalah mengurangi kecembungan pada kornea mata menggunakan laser supaya bayangan benda jatuh pas ke titik tangkapnya (makula). Teknologi yang tersedia di RSMM ini sudah termasuk canggih, menggunakan laser. Pascalasik pasien bisa langsung melihat secara normal,” ujarnya.

Kendati sudah melakukan lasik, pasien masih berpotensi kembali mengalami rabun karena terjadi regresi. Khususnya bagi mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan. “Kalau sudah usia sekitar 20 tahunan mata sudah lebih stabil,” ujar dr. Jamal.

SYARAT LASIK:
-Berusia di atas 18 tahun
-Memiliki penglihatan atau ukuran lensa kacamata yang stabil dalam satu tahun
terakhir
-Tidak memiliki penyakit mata serius
-Tidak sedang hamil atau menyusui
-Tidak menderita penyakit berat seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan glaukoma

(adv/JPC)