Gangguan Jiwa Skizofrenia Jangan Dipasung, Kini Ada Metode Terbaru

JawaPos.com – Tekanan hidup yang dialami seseorang bisa berujung stres bahkan depresi. Bahkan bisa berujung pada gangguan kejiwaan. Salah satunya Skizofrenia yang disebabkan karena proses sosial dan genetik. Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan atau mental yang ditandai dengan terganggunya proses berpikir seseorang dengan tingkat yang parah.

Sayangnya, masyarakat di era modern saat ini masih ada saja yang melakukan pemasungan pada orang dengan skizofrenia (ODS). Hal itu masih terlihat di wilayah urban pinggiran atau pedesaan.

Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. menjelaskan pemasungan mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Padahal, standar pelayanan minimal (SPM) mengamanatkan orang dengan gangguan jiwa termasuk ODS bisa dilayani dengan menerapkan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK).

Terlebih, standar pelepasan pasung yang selama ini dilaksanakan belum memulihkan dan memberdayakan ODS. “Lebih baik berbasis masyarakat dalam melepas pasung karena adaptasi pasien, keluarga dan masyarakat. Sehingga penerimaan lebih baik,” tegas BudiĀ  dalam keterangan tertulis, Senin (2/7).

Dalam disertasi yang dilakukan oleh Doktor Keperawatan dan Pakar Kesehatan Heni Dwi Windarwati, dia menghasilkan metode atau model pelepasan pasung berbasis masyarakat yang dikenal dengan Model Harapan positif Eliminasi pasung Dukungan keluarga dan Warga masyarakat Inklusif dan komprehensif (HEDWIN).

“Model ini telah berhasil membuat tanda dan gejala ODS menurun, ketrampilan hidup meningkat, stigma menurun dan tidak terjadi pemasungan ulang (repasung),” tegas Heni saat memaparkan hasil riset yang didukung oleh Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc.

Model HEDWIN merupakan model intervensi yang mendorong partisipasi dan kerjasama lintas sektor dalam penanganan pemasungan pada ODS. Model HEDWIN terdiri atas lima langkah.

Pertama

Langkah pertama adalah melatih sumber daya manusia (SDM) puskesmas. Hasilnya adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam merawat ODS pasung, kolaborasi dengan tenaga medis, kemampuan pendampingan terhadap tokoh masyarakat, kader, keluarga dan ODS pasung dan penurunan stigma profesional dalam merawat ODS pasung.

Kedua

Langkah kedua adalah sosialisasi lintas sektor kepada tokoh masyarakat tentang deteksi dini, kunjungan rumah dan perawatan ODS pasung di masyarakat dengan hasil akhir peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam perawatan ODS pasung dan penurunan stigma masyarakat tentang gangguan jiwa.

Ketiga

Langkah ketiga adalah melatih kader dan masyarakat dalam mendeteksi, melaporkan dan merawat ODS pasung di wilayahnya dengan hasil akhir peningkatan kemampuan kader dan masyarakat dalam melakukan pendampingan keluarga dan perawatan ODS pasung serta penurunan stigma.

Keempat

Langkah keempat adalah melatih keluarga dalam merawat ODS pasung dengan pencapaian akhir adalah peningkatan kemampuan dalam mendampingi dan merawat ODS pasung serta menurunkan stigma.

Kelima

Tahap kelima adalah perawatan ODS pasung dengan melibatkan seluruh partisipasi masyarakat dengan hasil akhir peningkatan kemampuan mengontrol gejala dan ketrampilan hidup, menurunkan stigma dan mencegah terjadinya pasung kembali (repasung).

(ika/JPC)

IDHOKI adalah AGEN SBOBET Resmi Terpercaya Indonesia dengan memberikan pelayanan 24 jam maximal dan transfer antar semua bank jika bank offline.