Cegah Penularan Hepatitis ke Bayi, 5 Juta Bumil Bakal Disasar

JawaPos.com – Indonesia memiliki beban yang tinggi terhadap penyakit hepatitis. Setidaknya, berdasarkan data terakhir terdapat jutaan jiwa dengan hepatitis. Risiko penularan hepatitis dari ibu hamil kepada bayinya pun bisa terjadi. Karena itu, Kementerian Kesehatan tahun ini menyasar para bumil untuk diperiksa (screening) untuk mencegah penularan hepatitis.

Program awareness terhadap hepatitis sedang gencar dikampanyekan. Program yang dapat dilakukan dibagi menjadi dua, promotif (contoh: sosialisiasi hepatitis) dan preventif (screening gratis).

“Tahun ini, Kementerian Kesehatan akan menarik 5 juta ibu hamil untuk screening hepatitis demi mencegah penularan hepatitis dari ibu ke bayi,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dalam diskusi bersama Philips Indonesia baru-baru ini.

Sehingga screening bumil akan dilakukan secara gratis. Nantinya, ketika terdeteksi sejak dalam kandungan, bumil tak akan menularkan hepatitis kepada bayinya.

“Anak ini kalau ibunya ketahuan kena hepatitis, maka nanti bayinya yang akan diintervensi. Diberikan vaksin hepatitis. Kalau bumil betul-betul ketahuan, karena 95 persen nantinya tak akan tertular hepatitis,” papar Wiendra.

Sayangnya, banyak bumil yang tidak tahu dirinya terkena hepatitis atau bahkan tidak memberitahukan status kesehatannya. Berbeda dengan bumil yang terkena HIV AIDS.

Berdasarkan penelitian Komunitas Peduli Hepatitis pada 2016, 50 persen penderita Hepatitis mengalami diskriminasi di tempat kerja. Beberapa orang tidak melanjutkan pengobatan hepatitis dikarenakan mereka tidak ingin orang lain mengetahui penyakit mereka. 1 dari 3 orang merahasiakan penyakit hepatitis dari keluarga, bahkan mereka juga merahasiakannya dari pasangan mereka sendiri.

Bahkan, saat ini, kalangan professional di bidang liver atau peneliti hati mewaspadai penyakit perlemakan hati yang dapat memicu hepatitis. Perlemakan hati ini dianggap berbahaya karena selain penderita cenderung tidak merasakan gejala seperti penyakit Hepatitis lainnya.

Perlemakan hati juga tidak dapat terdeteksi dari tes darah. Perlemakan hati, yang dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, pola makan rendah protein dan kegemukan, hanya bisa dideteksi menggunakan USG atau CT scan hati. 

(ika/JPC)

IDHOKI adalah AGEN SBOBET Resmi Terpercaya Indonesia dengan memberikan pelayanan 24 jam maximal dan transfer antar semua bank jika bank offline.