Sempat Bilang Golkar Pecah, Fadel: Golkar Pokoknya Tetap Utuh

JawaPos.com – Dewan Pembina Partai Golkar, Fadel Muhammad mengatakan, jika saat ini internal partai berlambang pohon beringin itu tetap utuh. Pernyataan itu pun berbanding dengan apa yang pernah dikatakan sebelumnya, yakni bahwa Golkar pecah karena keputusan Joko Widodo (Jokowi) yang memilih Ma’ruf Amin sebagai wakilnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang. 

“Golkar pokoknya tetap utuh dan seperti yang saya katakan Golkar sudah menentukan sikap untuk mendukung Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf. Ya kami dukung aja terus,” ujarnya di Malang, Kamis (23/8). 

Anggota DPR RI Komisi VII ini menyampaikan, beberapa internal Golkar saat ini memang kecewa dengan keputusan itu. Namun bukan berarti terjadi perpecahan di dalamnya. 

“Bukan dua suara. Hanya ada beberapa orang yang kecewa, kenapa Pak Jokowi tidak mengambil Golkar sebagai wakil presidennya. Pilihannya apa itu hak prerogatif nya Pak Presiden. Kami tetap utuh cuma ya kami kecewa yang hilang harapan. Sudah biasa politik,” papar laki-laki yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Brawijaya (UB) itu.

Ketika ditanya apakah ada yang meminta dirinya untuk mencabut ucapan tersebut, Fadel mengaku tidak ada yang menghubungi. 

“Mereka sih biasa-biasa saja, yang penting kan Golkar masih utuh dan kami mau konsolidasi nanti bulan depan untuk tim kampanye buat memenangkan Partai Golkar sendiri,” ujar mantan Gubernur Gorontalo itu. 

Sebelumnya diberitakan, Fadel sempat mengatakan akibat keputusan Jokowi memilih Ma’ruf Amin, Golkar saat ini menjadi pecah. “Kami bilang ke pemerintah Jokowi, kalau mau ambil Ma’ruf Amin silahkan. Tapi Golkar sekarang jadi pecah,” ujarnya, Selasa (21/8).

Sementara itu, politikus senior Golkar, Ginandjar Kartasasmita mengatakan wajar apabila kader golkar mengharapkan ketua umum nya menjadi cawapres Jokowi. Tetapi, sebuah kewajaran pula jika Jokowi lebih memilih cawapres yang lain.

“Saya tidak ada melihat atau mendengar kabar-kabar bahwa di kalangan Golkar ada sikap yang meninggalkan. Sikap Golkar selama ini hanya karena persoalan itu,” ungkapnya di kesempatan yang sama. 

Dia pun mengungkapkan jika sikap partainya tidak akan berubah. “Yang dipilih untuk memimpin negara ini bukan wakil presiden, melainkan presidennya. Wakil presiden hanya mendampingi,” tegasnya. 

Dia pun menegaskan jika saat ini internal Golkar masih utuh. “Golkar utuh. Saya bisa yakinkan bahwa Golkar utuh dalam soal memilih Pak Jokowi sebagai Presiden,” tegasnya.

(fis/JPC)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.