Mengenal Infertilitas pada Pasutri dan Cara Penanganannya

JawaPos.com – Banyak pasangan suami istri sudah menikah bertahun-tahun namun belum dikaruniai keturunan. Mereka khawatir ada masalah dalam fungsi reproduksi yang menyebabkan ketidaksuburan atau infertilitas. Jangan putus asa, sebab seiring perkembangan dunia medis membuat masalah tersebut bisa menemukan solusi.

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan serta Pakar di bidang Infertilitas, Prof.Dr.dr. Ichramsyah A. Rachman, Sp.OG-KFER, menjelaskan infertilitas atau ketidaksuburan bukan berarti pasangan tidak dapat memiliki keturunan. Infertilitas dapat terjadi baik pada wanita maupun pada pria, atau pada kedua-duanya.

“Dengan demikian pemeriksaan (diagnosis dan perawatan) harus dilakukan kepada istri dan suami. Karena itu masalah infertilitas yang dialami pasien bersifat individual,” kata salah satu pendiri Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budhi Jaya, Jakarta, Jumat (31/8).

tips cepat punya anak, pengobatan ketidaksuburan, solusi ketidaksuburan,Dokter Spesialis Kandungan dan Kebinanan serta Pakar di bidang Infertilitas, Prof.Dr.dr. Ichramsyah A. Rachman, Sp.OG-KFER. (dok RSIA Budhi Jaya)

RSIA Budhi Jaya memiliki program Holistic Infertility Center (HIC) yang melakukan diagnosis menyeluruh pada pasangan suami istri. Tim dokter HIC, yang dipimpin oleh Prof. Ichramsyah ini, digawangi spesialis obgyn (kebidanan) akan melihat masalah pasangan pasien untuk kemudian bisa merujuk pasien ke dokter andrologi (kesehatan/ kesuburan pria) atau juga ke dokter internis (penyakit dalam). Tim HIC RSIA Budhi Jaya sudah banyak membantu pasangan suami istri yang mengalami kesulitan memiliki anak hingga berhasil memiliki keturunan.

Mengenal Infertilitas atau gangguan kesuburan adalah ketidakmampuan pasangan untuk memiliki keturunan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama satu tahun tanpa kontrasepsi. Infertilitas pada wanita dapat disebabkan oleh endometriosis atau pertumbuhan jaringan, implant yang abnormal, faktor hormonal ataupun menopause dini. Sementara penyebab pada pria misalnya kelainan genetika, faktor hormonal, kualitas sperma kurang baik, saluran tersumbat, atau pengaruh luar (radiasi dan obat).

“Berdasarkan hasil diagnosis dokter, pasangan akan menjalani perawatan yang bersifat individual,” ungkap Prof. Ichramsyah.

Perawatan yang dilakukan pada program HIC untuk mengatasi infertilitas pada wanita memiliki tahapan-tahapan, yaitu hidrotubasi (pengecekan saluran tuba / tuba falopi), Hystero Salpingo Graphy /HSG (melihat sumbatan pada saluran tuba), diatermi (pemanasan untuk mengurangi peradangan), Ultrasonography Saline Infusion Sonohystereography (USG SIS) untuk melihat kondisi rahim, imunologi – konsultasi spesialis andrology untuk memeriksa faktor kekebalan tubuh. Adapula inseminasi (memasukkan sperma ke dalam rahim melalui kateter, USG folikel untuk melihat kondisi sel telur, kemudian laparaskopi yang berfungsi melakukan diagnosis dan terapi fungsi genitalia interna.

RSIA Budhi Jaya merupakan pelopor penggunaan laparaskopi ginekologi yang awalnya hanya berperan untuk diagnostik menjadi prosedur operatif. Keberadaan dokter ahli laparaskopi, dr.Ichnandy A. Rachman, Sp.OG FMAS CCD yang merupakan dokter ahli laparaskopi untuk tata laksana infertilitas dengan teknik terbaru (single port dan vaginal notes) semakin memperkuat keahlian tim dokter di rumah sakit tersebut.

“Dengan pengalaman dan keahlian kami, berbagai kasus infertilitas telah berhasil kami tangani, misalnya yang disebabkan oleh virus TORCH, Hidrosalping, Endometriosis, Obesitas, ASA tinggi, Adenomiosis dan masih banyak lagi,” jelas Prof. Ichramsyah.

(ika/JPC)