Benarkah Kanker Darah adalah Penyakit Keturunan? Ini Penjelasannya

JawaPos.com – Masih ada yang percaya kalau kanker darah adalah penyakit turun-temurun.  Kanker darah adalah tipe kanker yang mengganggu produksi dan fungsi sel darah. Pada kebanyakan kasus, sel abnormal atau kanker, tumbuh tidak terkontrol sehingga mengganggu pembentukan sel darah sehat. Akibatnya, sel darah tidak bisa menjalankan fungsinya, seperti mencegah infeksi atau pendarahan.

Namun jika disebut kanker tersebut adalah penyakit keturunan atau warisan, hal itu kurang tepat. Sehingga masyarakat harus memahami pemahaman yang tepat.

”Dengan pengecualian sejumlah kasus yang amat langka, kanker darah bukan penyakit warisan dan tidak akan diturunkan oleh pasien ke anak mereka,” kata Konsultan Hematologi Parkway Cancer Centre (PCC), salah satu pusat perawatan kanker swasta terkemuka dari Singapura, dr. Colin Phipps Diong dalam konferensi pers, Jumat (7/9).

Menurut dr. Phipps, kelainan atau mutasi kromosom yang terdeteksi pada pasien kanker darah terjadi secara spontan dan tidak diwariskan oleh orang tua. Berbeda dengan kanker tipe padat, kanker darah memiliki keterkaitan rendah dengan kebiasaan merokok. Bahkan, tak banyak faktor risiko yang diketahui untuk kanker darah.

“Beberapa faktor risiko yang sudah terbukti dapat memicu kanker darah adalah paparan terhadap kemoterapi, radiasi, atau zat kimia tertentu yang digunakan di industri petrokimia seperti benzena,” jelas dr. Phipps.

Dalam banyak kasus, pasien terlambat mengetahui bahwa mereka memiliki kanker darah. Tak jarang, pasien justru mengetahui hal ini ketika mereka melakukan pemeriksaan untuk penyakit lain. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pemahaman tentang kanker darah dan gejalanya, serta pentingnya melakukan pemeriksaan medis rutin yang mencakup pula pengecekan jumlah sel darah.

”Sayangnya, kanker darah bisa saja ditemui di pasien yang tidak mengalami gejala apa pun, namun tidak selalu demikian,” ujarnya.

Sejumlah pasien menunjukkan gejala-gejala seperti demam berkepanjangan, keringat dingin di malam hari, kelelahan yang tak kunjung hilang, penurunan berat badan secara drastis yang tak direncanakan. Terkadang, pembengkakan kelenjar getah bening. Jika hasil cek darah menunjukkan ketidaknormalan, maka harus curiga.

“Lalu disertai mengalami gejala-gejala yang saya sebutkan, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter,” paparnya.

Dokter kemudian akan melakukan serangkaian tes lanjutan. Di antaranya biopsi sumsum tulang belakang untuk memastikan diagnosis keberadaan kanker darah.

(ika/ce1/JPC)