Dikabarkan Dicopot, Ketua Gerindra Jabar: Saya Sudah Berdarah-darah

JawaPos.com – Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat disebut-sebut bakal menggantikan posisi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi. Penggantian tersebut sontak menjadi pertanyaan publik.

Menanggapi pergantian tampuk kepemimpinan tersebut, Mulyadi mengaku belum mengetahui alasan dirinya dilengserkan dari orang nomor satu di Gerindra Jabar.

Akan tetapi, kata Mulyadi, apapun yang menjadi kehendak partai dirinya siap melaksanakan keputusan tersebut.

“Sampai hari ini gak tau alasannya kenapa saya diganti. Tapi saya gak terpaku di sana lah. Saya dalam konteks kader, apapun keputusan DPP saya ikut saja, tanpa saya harus tahu apa alasannya,” kata Mulyadi saat dihubungi RMOLJabar (JawaPos Grup), Rabu (12/9).

Mulyadi menuturkan, pasca sepeninggalnya nanti estafet Gerindra Jabar tetap berlanjut di bawah pimpinan yang baru. Namun, dirinya menilai Gerindra Jabar sudah berbeda dibanding pertama kali dia datang dan membangun partai besutan Prabowo Subianto.

“Mohon maaf luar biasa berdarah-darah lah untuk membesarkan Gerindra Jabar dengan segala risikonya,” ungkap Mulyadi.

Dalam menjaga marwah partai, kata dia, pembentukan pengurus partai sampai ke sisi ranting sudah 100 persen di Jawa Barat. Konsolidasi dengan fraksi di seluruh Jawa Barat juga intensif dilakukan agar selalu berperan aktif demi kepentingan masyarakat Jabar.

“Saya memberikan motivasi dan arahan serta kadang-kadang melakukan punishment kalau ada masalah, akhirnya saya bentuk SOP terhadap tata kelola organisasi. Banyak sekali yang waktu itu saya beresin,” ucap Mulyadi.

Meski pada akhirnya tampuk kepemimpinan Gerindra harus berganti, dirinya berharap seluruh kader Gerindra ke depannya tetap solid. Terlebih dalam waktu dekat akan menghadapi Pileg yang berberangan dengan Pilpres 2019.

“Jangan melihat figur, yang penting partai ini harus besar, Pak Prabowo jadi Presiden, Gerindra harus menang mendapatkan mandat rakyat. Jangan tergantung saya, harusnya orientasi kita negara dan masyarakat,” tutup Mulyadi.

(mam/jpg/JPC)