Disebut Kehilangan Visi Besar Ekonomi, Begini Respon Gerindra

JawaPos.com – Berkat keputusannya merekrut politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kwik Kiam Gie, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapat kritik dari Johnny G Plate, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Politikus partai Nasdem itu menyebut kubu oposisi telah kehilangan visi besar ekonomi, sehingga butuh kehadiran seorang ekonom seperti Kwik.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade membantahnya. Bergabungnya Kwik ke kubu Prabowo-Sandi karena koalisi membuka ruang bagi setiap ekonom yang komitmen mewujudkan ekonomi berbasis Pancasila.

“Ya bukan kehilangan (visi ekonomi). Kami memberikan kesempatan kepada tokoh yang menguasai bidang ekonomi dan komitmen pada ekonomi Pancasila bukan ekonomi neo liberal,” ujar Andre di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat (14/9).

Andre menuturkan, pihaknya menyambut baik kedatangan politikus senior PDIP itu. Sosoknya diyakini akan berkontribusi banyak bagi Prabowo-Sandi. Justru akan jadi aneh figur sekaliber Kwik ingin bergabung tapi ditolak oleh koalisi.

“Kalau ada tokoh sekaliber pak Kwik ingin mendukung Pak Prabowo dan beliau berkonsep ekonomi Pancasila bukan ekonomi neoliberalisme masak kita harus tolak,” imbuh Andre.

“Saya bersyukur, senang, alhamdulilah (Kwik bergabung). Bahwa prinsip dasarnya Prabowo-Sandi dan tim membuka sebesar-besarnya pintu kepada anak bangsa yang ingin berkontribusi mendukung Prabowo-Sandi khususnya soal program-program ekonomi,” sambungnya.

Andre pun mengakui, Kwik merupakan figur yang dibutuhkan oleh kubu Prabowo-Sandi. Ketegasannya dalam menjalankan ekonomi patut dicontoh oleh khalayak.

“Kita butuh orang seperti pak Kwik yang tidak mengekor pada IMF (International Monetary Fund) atau World Bank saja. Pak Kwik punya nyali untuk menyatakan seperti itu, dan saya rasa pak Kwik dibutuhkan bangsa ini dan pak Prabowo tahu itu,” tandasnya.

(sat/JPC)