Peduli Stunting dan Anemia, 10 Startup Lahirkan Aplikasi Gizi

JawaPos.com – Kasus balita stunting atau balita bertubuh kerdil masih menjadi masalah di Indonesia. Begitu juga masalah anemia yang banyak dialami oleh anak sekolah dan remaja putri. Kedua masalah itu kuncinya adalah pemenuhan gizi seimbang dan mikronutrien pada generasi penerus bangsa.

Dengan latar belakang tersebut, sebanyak 10 perusahaan startup lolos sebagai finalis sebagai anak muda yang berfokus pada solusi gizi dalam Indofood Local Pitch Competition (ILPC) 2018. Kesepuluh finalis tersebut terpilih dari total 95 aplikasi yang masuk dan berhasil lolos seleksi.

Kompetisi ini bertujuan menemukan ide-ide kreatif, inovasi dari ‘startup’ company dan Usaha Kecil Menengah untuk mengatasi masalah gizi terutama obesitas pada anak, stunting pada balita dan anemia pada remaja putri.

“Melihat antusiasme peserta ILPC ini menguatkan keyakinan kita bahwa generasi muda bangsa memiliki kemampuan untuk menciptakan inovasi-inovasi, solusi-solusi dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengatasi dan mengurangi tiga isu utama permasalahan gizi bangsa. Potensi ini perlu kita dukung dan berikan kesempatan untuk berkembang lebih luas baik di dalam negeri bahkan di kancah internasional,” kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Axton Salim, dalam konferensi pers, Rabu (19/9).

Kompetisi ILPC 2018 merupakan hasil kerjasama tiga pihak yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk, BLOCK71 Jakarta dan Scaling-Up Nutrition Business Network (SBN). Bahkan, kegiatan serupa juga akan diselenggarakan oleh SBN Global di Nairobi, Kenya pada 16-17 Oktober 2018.

Pada babak final ILPC, startup yang muncul sebagai finalis berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat. Sebelum tampil di final pitch, finalis menerima mentoring dari Nazier Ariffin, Head of Investments Telkomsel dan Valencia Dea, Principal dari Angel Investment Network (ANGIN) selama dua hari guna mempertajam poin presentasi mereka.

Selanjutnya para juri yang terdiri dari Ravi Menon, Country Director, Indonesia at Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), Rajis Sinaga, Chief Representative Office at Truvalu Group dan Ellen Nio, Associate at Patamar Capital (sebelumnya Unitus Impact) memilih tiga pemenang.

Selain memperoleh hadiah berupa uang tunai, para pemenang akan mendapatkan mentoring bisnis dari Indofood. Pemenang utama juga berkesempatan mengikuti Nutrition Africa Investment 2018 di Nairobi pada Oktober mendatang.

Salah satu finalis yaitu startup Rumah Kelor yang berbasis di Blora , Jawa Tengah. Mereka mengkampanyekan masyarakat untuk mengonsumsi daun kelor setiap hari. Meski memang daun itu masih dipercaya sebagai daun mistis, namun sesungguhnya daun kelor memiliki manfaat tetbaik bagi gizi masyarakat khususnya anak-anak, ibu hamil dan menyusui.

“Untuk pengolahan memasaknya kami sarankan dimasak biasa dengan cara ditumis lebih enak untuk disantap. Seperti sayur pada umumnya. Dan di dunia farmasi saat ini sudah banyak juga kok kapsul dalam bentuk suplemen dari kelor. Karena kelor ini memang superfood,” tegas salah satu penggagas Rumah Kelor, Felix Bram Samora.

(ika/JPC)