Usai ‘Gerilya’ di Hongkong, Demokrat: Asia Sentinel Abal-abal

JawaPos.com – Partai Demokrat rupanya serius menanggapi dugaan tuduhan yang dilakukan oleh media asing Asia Sentinel. Bahkan, beberapa anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berangkat ke Hongkong untuk melakukan investigasi.

Itu terkait ‎artikel Asia Sentinel yang menyeret Partai Demokrat dan juga Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diduga terlibat dalam bail-out Bank Century.

JawaPos.com juga mendapat keterangan resmi dalam bentuk video berdurasi 03.09 menit, dari Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

Hinca bersama sejumlah elite Partai Demokrat dalam video itu memperlihatkan sedang berada di Hongkong. Mereka ingin memastikan keberadaan dan kredibelitas Asia Sentinel yang telah menyerang partai dan ketua umumnya.

“Bahwa Asia Sentinal ini kredibel? Kalau dalam bahasa Medan disebut abal-abal‎,” tegas Hinca.

Hinca juga mengaku sudah mendatangi kantor redaksi Asia Sentinel di Jalan Keneddy Road 39 lantai 1 A. Tapi setelah didatangi alamat tersebut bukanlah kantor redaksi dari media itu. Bahkan John Berthelsen sebagai pemimpin redaksi juga tidak ditemukan.

‎”Kami pastikan tidak ditemukan kantor itu. Kami pastikan tidak ada saudara John di situ, jejaknya pun tak ditemukan lagi. Karena itu syarat menjadi perusahaan pers tidak ditemukan. Kami menyebutnya tidak kredibel,” tegasnya.

Hinca bersama dengan tim bergerak ke kantor Dewan Pers Hongkong, dan menemui salah satu komisonernya Chris Yeong. Dalam pertemuan itu, kata Hinca, Asia Sentinel tidak terdaftar atau teregistrasi sebagai perusahaan pers. Bahkan Cris Yeong tidak mengenal ‎John Berthelsen.

Selanjutnya Hinca bersama elite Partai Demokrat‎ menemui Asosiasi Jurnalis Hongkong. Mereka pun bertemu dengan pengurusnya. Hasilnya sama seperti Dewan Pers Hongkong. Tidak mengenal Asia Sentinel dan John Berthelsen selaku pimpinan redaksi.

‎”Kami juga bertanya ke banyak orang apakah mengenal Asia Sentinel. Jawabnya adalah tidak,” katanya.

Oleh sebab itu kesimpulan dari hasil investigasi Partai Demokrat. Asia Sentinel adalah perusahaan media yang tidak kredible dalam memberikan informasi. Sehingga tidak bisa artikel Asia Sentinel soal bail-out Bank Century dijadikan sebuah bahan rujukan.

“Karena itulah Demokrat dan Pak ‎SBY menyatakan oleh Asia Sentinel adalah tidak kredible,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat setelah kembali ke tanah air Hinca juga bakal ke Kantor Dewan Pers. Hal itu dilakukan guna melaporkan hasil temuannya investigasnya di Hongkong terkait Asia Sentinel.

“Besok kami akan kembali ke tanah air dan akan menyampaikan kembali ke Dewan Pers. Kami akan beberkan semua hasil temuan-temuan kami. 

Sebelumnya, media massa Asia Sentinel akhirnya meminta maaf kepada Partai Demokrat dan juga Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam website resmi www.asiasentinel.com, mengakui membuat kekeliruan terhadap pemerintaan Asia Sentinel soal bail-out Bank Century, yang menyerat SBY.

(gwn/JPC)