7 Pemeriksaan Penting Bagi Perempuan Saat Lakukan Medical Check Up

JawaPos.com – Baik pria maupun perempuan, kondisi kesehatan wajib dijaga. Makanya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (Medical Check Up) itu penting. Apalagi bagi perempuan, banyak pemeriksaan kesehatan yang wajib dilakukan salah satunya reproduksi.

Gaya hidup dan aktivitas yang buruk bisa mengganggu tingkat kesuburan. Beberapa kebiasaan baik, seperti menjaga berat badan yang ideal, olahraga, konsumsi makanan sehat, menghindari paparan racun dan lingkungan yang berbahaya, serta menjaga hubungan seks secara teratur akan menjauhkan dari gangguan kesehatan reproduksi.

Menurur dr. Yusfa Rasyid, SpOG dari RS YPK Mandiri Jakarta, pemeriksaan kesehatan reproduksi tidak kalah pentingnya, terlebih lagi untuk wanita. Ada beberapa pemeriksaan yang wajib dilakukan.

“Waspada 4 kanker pada perempuan. Payudara, serviks, indung telur, dan dinding rahim. Dan yang biaa dicegah hanya kanker serviks dengan vaksin. Ditemukannya vaksin adalah anugerah buat perempuan,” kata dr. Yusfa, Jumat (21/9).

Payudara

Setiap wanita wajib melakukan pemeriksaan ini. Hal itu dimaksudkan untuk mengetahui terjadinya kelainan atau perubahan pada payudara. Untuk wanita berusia 20-39 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan ini minimal sekali dalam tiga tahun. Sedangkan wanita di atas 40 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan minimal sekali dalam setahun.

PAP Smear

Salah satu cara untuk pencegahan sekunder kanker serviks adalah dengan PAP Smear. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seks minimal 1 tahun terakhir. Pemeriksaan dilakukan sekali dalam satu hingga tiga tahun sekali dan dilakukan hingga wanita tersebut berusia 65 tahun. Saat menjalani tes ini, wanita akan duduk di kursi ginekologi. Dokter selanjutnya akan mengambik sampel lendir dari serviks dengan menggunakan spatula.

“Jika dalam kondisi rileks maka pengambilannya enggak sakit. Sampel akan diperiksa di bawah mikroskop. Hanya dalam waktu 5 detik tetapi bisa menyelamatkan hidup 5-15 tahun akibat kanker serviks,” ungkap dr. Yusfa.

USG

Ultrasonografi Ginekologi dilakukan sekaligus saat pasien berada di kursi ginekologu dan dokter akan melakukan USG transvaginal untuk mendeteksi ada atau tidaknya perlekatan tumor di rahim dan indung telur.

Pemeriksaan Laboratorium

Dilakukan untuk mengetahui kesehatan secara umum yang meliputi fungsi hati, fungsi ginjal, HB, urin lengkap.

Kolposkopi

Dilakukan kaum hawa untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan vagina, serviks, dan vulva dari masalah kesehatan yang dapat terjadi seperti mengetahui adanya lesi pra kanker. Dengan bantuan instrumeb medis yang disebut sebagai calposcope, dokter akan memeriksa kondisi organ intim kewanitaan secara lebih dekat dan cermat seperti infeksi umum, kanker serviks, HIV.

Rontgen Dada

Untuk melihat keadaan paru-paru dan jantung.

Vaksin Anti HPV

Sebagai pencegahan primer kanker serviks. 

(ika/JPC)