Tajamkan Visi, PKS Gandeng Koalisi Pakatan Harapan Malaysia

JawaPos.com – Sebagai partai politik yang memiliki visi keislaman, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terus mengamati perkembangan umat dari masa ke masa. Baik yang terjadi di Indonesia maupun dunia internasional.

Sehubungan dengan hal tersebut, membangun komunikasi yang baik dengan partai politik negeri tetangga menjadi sesuatu yang penting. Khususnya partai politik yang memiliki kesamaan visi baik dalam hal isu-isu keislaman dan keumatan internasional.

Hal itu pula yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka melakukan kunjungan ke Malyasia dan bertemu sejumlah elite partai yang tergabung dalam Koalisi Pakatan Harapan (PH).

Head Foreign Service and Public Diplomacy Bureau PKS, Farouk Abdullah Alwyni mengatakan, PH memiliki kesamaan visi dengan PKS. Yakni sama-sama peduli dengan kebutuhan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Di samping tentunya elemen terkait penegakan Islam sebagai Rahmatan Lil’alamin dalam konteks masyarakat plural,” jelas dia melalui siaran tertulisnya, Jumat (28/9).

Diluar itu, prestasi PH memang dinilai gemilang. Seperti diketahui PH berhasil menggeser partai koalisi Barisan Nasional (BN) yang sudah 60 tahun berkuasa di Malaysia.

Dalam Pemilu yang digelar, koalisi BN yang notabene sayap kanan dan tengah itu meraih 79 dari 222 kursi parlemen. Mereka dikalahkan oleh koalisi oposisi, Pakatan Harapan (PH), yang memenangkan 122 kursi parlemen.

“PKS merasa perlu membangun jaringan dengan PH. Kami bertemu Sekretaris Jenderal Parti Keadilan Rakyat (PKR), Dato’ Saifuddin Nasution bin Ismail. Dia juga menjabat Menteri Perdagangan,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Khususnya yang tidak mempunai kejelasan status (irregular) agar tetap diperlakukan secara manusiawi.

Pria yang pernah menyabet gelar Diploma dalam Keuangan Islam dari Chartered Institute for Management Accountant (CIMA), London dan Kualifikasi Keuangan Islam dari Chartered Institute for Securities & Investment (CISI) ini, juga menjelaskan bahwa hubungan tersebut bukan hanya sekadar menjadi hubungan antar partai. Namun lebih dari itu dapat menjadi hubungan kekeluargaan, dari dua Negara Serumpun.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ustadz Ahmad Awang (UAA) selaku General Advisor Parti Amanah Negara di Wisma Amanah Negara. Kehadiran PKS menjadi momen menjaga dan mengeratkan tali silaturahim antar kedua partai yang sekaligus juga mengeratkan hubungan dua negara.

Dalam waktu dekat Partai Amanah Negara bahkan akan mengadakan kunjungan ke Jakarta untuk bersilaturahim ke kantor DPP PKS.

“Bagian Pemuda Partai dan Partai Amanah Negara, juga akan membuat wadah komunikasi dengan bidang kepemudaan PKS dalam bentuk diskusi. Tujuannya untuk berbagi pengalaman sekaligus program-program yang terkait dengan kepartaian,” pungkasnya.

(aim/JPC)