Kata Bamsoet, Pelaku Penembakan Gedung DPR itu Baru Punya Sertifikat

JawaPos.com – Ketua DPR yang juga pengurus Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Bambang Soesatyo mengatakan, penembakan yang terjadi di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan karena tak sengaja. Bahkan dirinya memastikan tidak ada motif apapun di balik insiden itu.     

“Dia anggota Perbakin, inisialnya I. Dia saat itu lagi latihan membawa sembilan tas itu yang diduga ditembakan secara tidak sengaja dari Glock 17,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/10).

Menurut Bamsoet, pelaku dengan inisial I ini melakukan tembakan tidak sengaja ini saat melakukan pengisian ulang peluru atau dikenal dengan istilah reloading.

“Nah saat membuka magazine dia terpencet. Jadi tidak tahu masih ada pelurunya, maka yang keluat dari senjata itu lebih dari satu peluru. Itu keterangan sementara yang saya peroleh,” katanya.

Bambang menambahkan, pelaku juga memegang sertifikat tembak reaksi. Dia pun sudah lulus tes masuk menjadi Anggota Perbakin. Namun ini hanya masalah ketidaksengajaan saja, lantaran peluru dari pistol miliknya sudah dikira habis. Tapi ternyata masih ada.

“Yang bersangkutan baru memegang sertifikat tembak reaksi. Lulus dalam penataran dan pendidikan tembak reaksi. Tapi baru banget. Jadi baru memiliki kemampuan itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta Setyo Wasisto mengatakan, adanya penembahakan ke dua ruang anggota dewan ini berdasarkan laporan sementara dari peluru nyasar, saat berlatih di Lapangan Tembak, yang tidak jauh dari Gedung DPR.

Kadiv Humas Polri ini menambahkan peluru nyasar ini berasal dari salah satu anggota Perbakin dari Tangerang Selatan dengan inisial I. Nantinya dia akan diperiksa terkait peluru nyasar tersebut.‎

Sementara Polri juga telah mengamankan senjata api dengan peluru berkaliber 9 mili meter. Nah peluru itu digunakan oleh I saat latihan di Lapangan Tembak Senayan, sore ini.

Setyo juga mengatakan kalau melihat jarak, memang peluru itu bisa menjangkau kompleks parlemen. Tapi lebih detailnya nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh Polda Metro Jaya.

Sekadar informasi penembahakan di DPR. Satu tembakan mengarah ke Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw di lantai 16. Sedangkan peluru lain ke ruangan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13. 

(gwn/JPC)